Sabtu, 15 Desember 2018

SENJA MENDEKAT

Waktu terus bergulir,
Kelana sekarang semakin menua
Perjuangannya tak pernah usai
Hidup semakin sesak dihimpit zaman.

Kapankah ini kan berakhir..
Ah, dedaunanpun tak tahu sehingga tak perlu kau tanya.
Tetaplah melangkah sampai saatnya tiba.

Kelana,
Kota Rantau

Selasa, 28 September 2010

Prakata

Salam jumpa,

Melalui situs Goresan Jiwa dari Nafas Cinta, saya ingin menuliskan kembali goresan-goresan jiwa yang lama tercecer diruang hati yang semakin sepi. Perkenanlah saya menyampaikan dan mengeluhkannya kepada wahai engkau yang bisa merenungi dan pula dapat mengerti diri saya.

Hanya satu harapan agar semua yang terasa dapat tercipta, meski hanya dalam mimpi yang nyata. Entahlah apa yang akan terjadi jika saya tak bersegera menyalurkan hasrta yang lama tertunda untuk stu perkara ini. Ya..menuliskan semua goresan jiwa yang sudah lama tersimpan rapi diruang hati yang semakin sunyi.

Semula akan saya tuliskan kembali kisah dan perjalanan Sang Kelana Muda yang terdampar dirantau yang tak dinyana telah membawa perjalanan dan pengembaraan semakin jauh dan semakin membawa kepada awal kedukaan atau terhina dari kehidupannya. Kembara Muda yang telah menapakkan kaki di ranah rantau tak bertuan, membawa bait-bait kelukaan hati yang tak nyana.

Berikutnya akan dituliskan setiap goresan jiwa kelana yang mulai memasuki senja, kelana yang sudah lama bertapa di ranah rantau dan tak tahu arah pulang. Kadang tersesat dirimba maya, kadang terjerembat kelembah duka. Kenistaan yang membawa jiwa semakin lara, goresannya semakin menghiba tat kala terlihat matahari telah condong ke barat. Pertanda senja menjelang tiba sementara kelana semakin tua tak jua tahu arah jalanNya.

Terakhir, harapan Sang Kelana agar semua goresan jiwa yang tertera dapat menjadi mantra membalik arah jalan kepadaNya. Menggapai asa menuju SyurgaNya yang tlah lama dihayal dan dimimpi. Perjalanan panjanglah yang telah banyak membujuk ragu akan kebenaranNya. Semoga saja, wahai Sang Pemilik Kelana, arahkanlah langkah ini menuju ke dalam pangkuanMU.
Amiin.

 

 


 

Sabtu, 19 Desember 2009

Raih Daku

RAIH DAN TUNTUN DAKU


Derap langkah lunglaiku,
Menepis kalbu di hati ku,
Redupnya pandangan mataku
Menghampakan kekosongan jiwaku
Memusnahkan cita dalam anganku..

Tuhan.....
Tiada lain ku sembah selain Engkau,
Tiada lain ku memohon selain Engkau,
Tuntun jiwaku dalam gelapnya kalbu..
Tuntun hatiku dalam derap hidupku..
Jangan kau matikan langkahku.
Biarkan ku maju ke depan...
Dengan izin dan restuMu..

Ya Allah...Ya Robbi...
Raihlah jemari tanganku,
dari gerahnya keringat dijiwaku,
dari sempitnya nafas diragaku
Aku yang lemah, ingin bangun dari tidurku
berdiri demi cita dan cintaku..
Tuntun dan Raihlah aku..
Hanya dengan redhoMu ..
Aku dapat berdiri dalam relung kehidupan sepiku
kehidupan yang jauh dari mimpi burukku..

Aku...
aku hanya seorang Hawa...
tiada daya selain upaya..
Namun aku ingin bangkit...
tiada sahabat, tiada kawan
ketika ku terbaring dalam luka dan duka ku..
Jiwaku sepi....
Kini berbunga liris....
hatiku terkikis....kini terlukis tangis..
Semua karena cinta dan setiaku...
Hanya pada dirinya..........






                                        Rahmi